LLO

BFFM9y7CAAA1mNR

Annyeong haseyo~

Selamat datang di blog pribadi saya. Buat yang baru datang disini, kenalan yuk di sini. Maaf kalau ada isi blog yang kurang berkenan, dan… selamat menjelajahi blog🙂

(tugas sekolah-blm selesai) naskah drama

Judul: Jubah Baru Raja

Casts: Raja, 2 penjahit (A&B), 1 prajurit, rakyat (banyak)

Langit biru, angin sepoi-sepoi, dan hilir mudik para penduduk senantiasa menghiasi Negeri Marcapada, dan kerajaan megah yang menjadi pusat kesibukannya. Raja yang memimpin negeri ini pun amat tersohor namanya sebagai raja yang kaya nan digdaya. Sayangnya, Raja ini memiliki sikap congkak, egois, dan kerap memeras rakyatnya hingga mereka merasa tidak senang. Siang itu, dua orang wanita menghampiri prajurit yang menjaga kerajaan tsb.

Penjahit A       : Mohon maaf, prajurit. Kami adalah penjahit dari negeri tetangga. Saya A dan ini rekan saya, B. Hendaknya Anda mengizinkan kami bertemu dengan Raja.

Prajurit                        : Hm? Ada kepentingan apa kalian ingin menemui Raja?

Penjahit B       : Kami ingin membuatkan jubah terbaik untuk Raja yang amat termasyhur ini.

Prajurit                        : Jubah?? Pulanglah saja. Raja tidak mungkin menerima tawaran murahan semacam itu.

Penjahit B       : Sungguh, prajurit. Biarkanlah kami menemui Raja dahulu. Soal diterima atau ditolaknya tawaran kami biarlah Raja yang memutuskan.

Prajurit                        : Hhh (menghela napas), baiklah jika kalian memaksa.

Si prajurit pun mengantarkan kedua penjahit itu memasuki balairung istana. Tampaknya kebetulan karena Sang Raja ternyata tengah duduk di Singgasananya. Raja Marcapada melihat kedatangan prajuritnya beserta dua wanita yang tidak Ia kenal.

Raja                 : Hei, prajurit. Siapakah dua orang yang bersamamu itu?

Prajurit                        : Sendhiko Dhawuh, Gusti. Mereka adalah penjahit dari negeri tetangga. Tadi sudah hamba tolak permintaan mereka untuk masuk, tapi mereka tetap memaksa.

Raja                 : Tidak apa, prajurit. Jadi wahai penjahit, apakah ada hal penting yang ingin kalian sampaikan kepadaku?

Penjahit A       : Sendhiko dhawuh, Gusti. Sebelum menyampaikan tujuan kami, kami akan memperkenalkan diri. Saya A dan ini rekan saya B. Kami biasa bekerja untuk Raja dan Permaisuri kami, membuatkan jubah-jubah serta pakaian mewah kerajaan untuk mereka, hingga kemarin suatu kabar angin diketahui seluruh penduduk. Di negeri kami terdengar bahwa ada Raja yang amat kaya dan kuat kekuasaannya dari bumi Marcapada. Oleh karena itu, kami datang kemari untuk menawarkan jasa kami membuatkan jubah kebesaran Baginda Raja.

Raja                 : Jadi itu maksud kalian menghadapku. Lalu, adakah alasan bagiku untuk menerima tawaran kalian? Apa bagusnya?

Penjahit B       : Ampun, Gusti. Jubah yang kami buat bukanlah jubah biasa, melainkan jubah ghaib yang berhiaskan emas dan berlian di setiap inci suteranya.

Raja                 : Jubah ghaib? Bagaimana itu maksudnya?

Penjahit B       : Hanya orang yang memiliki kecerdasan tinggi saja yang dapat melihat jubah yang kami buat, Gusti.

Sang Raja tertarik mendengar penjelasan tentang jubah ghaib yang begitu mewah. Dia menginginkannya, karena dia pikir pasti akan terlihat lebih berwibawa jika mengenakan jubah yang hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki kecerdasan tinggi. Itu adalah suatu barang langka yang belum pernah Ia dengar.

Raja                 : Aku rasa aku tertarik memiliki jubah ghaib itu. Buatkanlah jubah itu untukku!

Penjahit A       : Ampun, Gusti. Harga untuk membuat jubah ini sangatlah mahal.

Raja                 : Harga bukan masalah, aku ini punya banyak uang! Jadi, seberapa banyakkah aku harus membayar?

Penjahit B       : Ampun, gusti. Kami membutuhkan beberapa kantung emas dan berlian, beberapa hasta sutera, dan uang untuk bekal kami hidup disini.

Raja                 : Mudah sekali. Prajurit, siapkan semua yang tadi disebutkan penjahit ini dan sediakan ruangan untuk mereka bekerja dan bermalam.

Prajurit                        : Sendhiko dhawuh, gusti. Tetapi hamba rasa jubah itu hanyalah bualan mereka.

Raja                 : Lancang sekali kau menuduh tamuku! Dengan memiliki dan mengenakan jubah itu, maka kehebatanku akan semakin diakui oleh negeri lain. Sudah lakukan saja apa yang kuperintahkan!

Prajurit                        : Ampun, gusti. Baik, akan hamba laksanakan.

Prajurit dan kedua penjahit itupun meninggalkan balairung istana menuju ruang yang akan ditinggali dua penjahit selama mengerjakan tugasnya.

Prajurit                        : Aku melakukan perintah Raja semata-mata karena aku menaruh hormat padanya, bukan karena aku telah percaya bualan kalian. Ingat, jangan sesekali menipu kami. Dan untuk bahan serta uang yang kalian minta, akan diantarkan oleh pelayan nanti.

Penjahit B       : Tenang, prajurit. Kami jamin kami tidak akan mengecewakan.

Prajurit                        : Baiklah. Akan kutinggal kalian disini dan aku akan melanjutkan tugasku.

Dia berjalan keluar meninggalkan kedua penjahit yang kemudian tersenyum puas setelah berhasil melakukan langkah pertama untuk mencapai hal yang mereka inginkan.

Penjahit A       : Kamu masih ingat kan apa yang harus kita lakukan nanti?

Penjahit B       : Tentu. Kita ‘ciptakan’ jubah ghaib itu, dan membagi-bagikan harta yang kita dapat untuk penduduk negeri ini.

Penjahit A       : (terkekeh) Siapa sangka membujuk Raja Marcapada akan semudah ini. Dia terlalu dibutakan oleh nafsunya sehingga tidak menyadari ada sesuatu yang kita sembunyikan.

Penjahit B       : Begitulah.. pedulinya hanya pada harta, kekuasaan, dan kemasyhuran.

>>>

Lima kantung emas, lima kantung berlian, lima depa sutera, dan sejumlah uang telah sampai pada tangan kedua penjahit. Malam hari ketika Raja tidur, mereka mengendap-endap keluar istana untuk membagi harta yang mereka dapatkan pada penduduk Marcapada.

Penjahit A       : Wahai pak tua (Rakyat1), ini ada sedikit uang dan emas untuk menunjang kehidupanmu agar tidak sengsara lagi.

Rakyat1           : Terimakasih, ngger! Sungguh Anda wanita berhati mulia.

Penjahit B       : Duhai mbok randa (Rakyat2), ambillah berlian dan sutera ini kemudian juallah, dan gunakan uangnya untuk makan keluargamu sehari-hari.

Rakyat2           : Syukurlah, ngger.. terimakasih.. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu.

Hingga tiga hari kedua penjahit itu membagikan harta yang mereka dapatkan dari istana secara merata semampu yang mereka bisa lakukan. Dan pada siang hari keempat, sang Raja ditemani prajuritnya mendatangi ruang kerja mereka untuk melihat proses dibuatnya jubah ghaib yang Ia nantikan.

Raja                 : Wahai wanita-wanita pennjahit, sudah seberapa jauh kah kalian membuat jubah ghaibku?

Penjahit B menggerakkan tangannya di udara seolah tengah menunjukkan jubah milik Raja.

Penjahit B       : Lihatlah, Paduka! Jubah ghaib milik anda sudah setengah jadi!

Prajurit                        : T-tunggu! Kamu bahkan tidak memegang apapun. Apa yang sedang berusaha kamu tunjukkan?

Penjahit A       : Seperti yang telah kami jelaskan, hanya orang yang memiliki kecerdasan tinggi yang dapat melihat jubah nan mewah ini.

Sang Raja sebenarnya tidak melihat apapun di tangan prajurit B, tapi dia tidak ingin terlihat bodoh di hadapan mereka.

Raja                 : Hahaha, kecerdasanmu memang kurang, prajurit! Tidak bisakah kau lihat itu? Dalam kondisi setengah jadi pun jubahku sudah terlihat semenawan itu dengan bordiran berseni tinggi dan emas serta berlian di setiap inci kainnya. Sungguh, aku tidak sabar mengenakannya!

Penjahit B       : Paduka sungguh memiliki selera busana yang tinggi. Namun sesungguhnya, bahan yang kami miliki telah habis sedangkan jubah ini baru setengah jadi.

Raja                 : Gampang. Nanti kusuruh pelayan mengantarkan kekurangan bahan kalian. Yang penting, kerjakan jubah ghaib ini dan harus memuaskan.

Penjahit A       : Sendhiko dhawuh, gusti.

>>>

Setelah pasokan bahan telah mereka terima, kedua penjahit itu kembali melancarkan aksinya membagikan harta kepada penduduk yang belum mendapat bagian. Keadaan penduduk yang kondusif dan tidak heboh pun membantu mereka agar kegiatan sembunyi-sembunyi yang mereka lakukan tidak ketahuan oleh ‘orang dalam’ istana. Untuk beberapa hari, para penduduk seperti mendapat rezeki nomplok yang belum pernah mereka rasakan selama hidup di Marcapada. Yang ada malah mereka yang ‘dijarah’, dimintai upeti setiap bulannya untuk mengisi kas istana dan memuaskan Rajanya.

Hari ketujuh mereka bekerja, Sang Raja dan prajuritnya kembali menyambangi ruang kerja dua penjahit itu.

Raja                 : Wahai penjahit, kukira kalian telah selesai membuatkan jubah ghaibku. Maka aku telah memerintahkan seluruh penduduk Marcapada berbaris sepanjang jalan dari istana hingga ke desa untuk menyaksikan pertama kali aku mengenakan jubah kebesaranku.

Penjahit A       : Kebetulan sekali, gusti. Kami telah menyelesaikan pekerjaan kami. Inilah jubah ghaib paduka yang berseni tinggi dan bertabur emas serta berlian.

Lagi-lagi, si prajurit kebingungan karena dia tidak melihat apapun, sedangkan Raja bersikeras membayangkan betapa agungnya jubah ghaib miliknya dalam pikiran, karena sesungguhnya Ia juga tidak melihat apa-apa.

Raja                 : Kerja bagus, kalian hebat! Hari ini aku akan berkeliling dengan mengenakan jubah ghaibku ini. Berikan itu padaku dan biar kukenakan.

Penjahit B       : Sendhiko dhawuh, gusti. Silakan paduka mengenakan jubah yang telah kami buat dengan penuh dedikasi ini.

Sang Raja menggerakkan tangannya seolah menerima sebuah jubah sutera mewah yang tak kasat mata, kemudian Ia menanggalkan pakaian yang dikenakannya hingga hanya tersisa pakaian dalamnya saja. Raja bergerak seolah memasangkan sebuah jubah untuk menutupi tubuhnya. Si prajurit tak habis pikir dibuatnya.

Ame wa Agaru [Chapter 1]

PhotoGrid_1437806558834

(Crossover Fic) Ame wa Agaru
by: Park Soojin

Casts:
Jessica Jung (16) – Kiyoshi Miyaji (18) – Kazunari Takao (16)
and some minor casts

Genre:
Crossover! AU! School Life, Freindship, Romance

Desclaimer:
Kuroko no Basuke by Fujimaki Tadatoshi

[A/N]: Halo, semua! Lama tidak berjumpa. Saya gak yakin ada yang nunggu saya atau nggak xD tapi ff ini aku dedikasikan untuk kalian. FF crossover pertamaku, dan gak tanggung-tanggung langsung AnimexHuman. Semoga saja dapet feelnya. Kalo gak tau cast lakinya, liat di poster aja ya, atau browsing sendiri juga bisa 😀

Happy reading!

=== Ame wa Agaru ===

Dengan wajah datar, empat lelaki itu memandangi seorang lelaki kurang tinggi yang merangkul seorang perempuan berwajah blasteran yang tersenyum kikuk ke arah mereka. Lelaki kurang tinggi itu mendesah kasar karena tidak satupun dari temannya yang berbicara.

“Ayolah~ masa kalian tidak ingin berkomentar?” Lelaki itu bicara memelas.

Salah satu temannya yang berambut hijau dan berkacamata mengangkat dagu, “Untuk apa kau membawa perempuan ke gedung basket, Takao?”

Lelaki kurang tinggi yang dipanggil Takao itu tersenyum bangga, “Karena dia anak baru di kelasku dan kelihatannya dia baik, jadi aku mengajaknya berkeliling sekolah, sekalian kukenalkan dengan kalian.” Baca lebih lanjut

Something I Miss

assalamu’alaikum.

Hai~

uhm, aku agak linglung buka blog ini. padahal ini blog pribadiku. habisnya, terakhir buka setengah tahun lalu sih :’v . aku kangen semua yang ada disini, termasuk readersnya. well, aku tau gak akan ada satupun yang baca postingan ini tapi, gak masalah. aku hanya ingin nulis diary virtual ini kkk~.

Baca lebih lanjut

Curhatan MOPDB angkatan 2014-2015

Sesuai judulnya, di postingan ini aku akan menceritakan pengalaman MOPDB. Cerita ini real, tidak ada rekayasa. 100% dari hati yang terdalam. Tapi sebelumnya mohon maaf kalo ada urutan yang salah atau ada yang terlewat karena ingatanku payah /bow.

 

Pra MOPDB

Baca lebih lanjut

Diproteksi: gyo?

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Evening Boy

evn

Evening Boy

Jessica – Jinki

Angst

Rated T

 

@@@

 

Jessica duduk diam di kasurnya sambil memikirkan seseorang—namja yang selalu mendatanginya setiap senja, dan dari ceritanya, namja itu masuk lewat jendela. Jessica tidak mengetahui bagaimana majah namja itu, karena dia buta. Namja yang baik, menyenangkan, tapi juga berisik. Namja itu bahkan tidak mau memberitahu namanya kepada Jessica. Dia akan menjawab seperti ini jika ditanya namanya oleh Jessica: “Agassi, aku kan tidak tau namamu. Jadi kamu juga tidak perlu tau namaku.” Namja yang aneh, bukan?

Baca lebih lanjut

Series: SHINee Class: Wali Kelas Baru~!

Series: SHINee Class: Wali Kelas Baru~!

author: Park Soojin

warning! Kependekan, typo, OOC. mian belum ada poster ._.v

previous: Teaser

RCL juseyo~~

 

@@@

 

“SHINee class punya wali kelas baru!”

“APAAKH?”

“Wali kelasnya dari Amrik coy, Amrik!!”

“WHADD?!”

Baca lebih lanjut